Filosofi Pendidikan

Filosofi Pendidikan
Kami meyakini bahwa orang tua adalah pendidik utama bagi anak-anak mereka. Peran Mountainview bersifat sekunder dan dimaksudkan untuk membantu dalam kemitraan dengan orang tua. Guru dipercaya oleh orang tua sebagai penatalayan pendidikan anak-anak mereka sehingga harus bekerja sama erat dengan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan siswa.
Kami meyakini bahwa Alkitab adalah standar kebenaran tertinggi dan bahwa Roh Kudus mengajar kita untuk dapat membedakan serta menuntun kita untuk mengenal dan mengasihi Allah. Kami percaya tidak ada perbedaan antara kebenaran “sekuler” dan “sakral”; semua kebenaran berasal dari Allah. Karena itu, para pendidik dan pendidikan pada umumnya hendaknya memampukan siswa melihat kesatuan antara ciptaan Allah dan penyataan khusus-Nya. Pendekatan pendidikan seni liberal (liberal arts) yang holistik ini secara logis akan menuntun siswa kepada cara pandang alkitabiah, sehingga siswa menerima tafsiran Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk gagasan untuk berpikir dalam perspektif kekal, bukan sementara. Dengan demikian, pendidikan mencakup lebih dari sekadar perkembangan intelektual; pendidikan juga mencakup kedewasaan moral dan sosial, kesejahteraan emosional dan fisik, ekspresi kreatif dan artistik, serta kedalaman rohani.
Kami meyakini bahwa pendidikan hendaknya menumbuhkan penghargaan terhadap kreativitas Allah dan terhadap nilai setiap pribadi sebagai penyandang gambar Sang Pencipta yang unik, sehingga kita semakin memajukan dan bersukacita atas keindahan, ciptaan, seni, budaya, dan hubungan antarmanusia.
Kami menegaskan bahwa anak-anak, sebagai bagian dari umat manusia, adalah makhluk yang telah jatuh ke dalam dosa dan ditebus melalui Kristus, namun tetap hidup di dunia yang telah jatuh. Karena anak-anak bukanlah makhluk yang netral secara moral, pendidikan mereka harus secara proaktif menumbuhkan kehidupan, moral, dan cara pandang yang berkenan kepada Allah.
Kami menegaskan bahwa hubungan antara guru dan siswa harus meneladani cara Yesus memperlakukan sesama. Hubungan ini harus mengutamakan kesejahteraan pribadi di atas perolehan pengetahuan dan ditandai oleh buah Roh. Dengan menerapkan disiplin yang dibalut kasih karunia, sebagaimana dipimpin oleh Roh Kudus, kami berharap dapat semakin menolong siswa mengenal dan memahami Allah.
Kami percaya bahwa pendidikan yang berlandaskan filosofi di atas memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk menjadi bagian masyarakat yang bertanggung jawab dan produktif, serta memberi dampak bagi dunia demi maksud dan kemuliaan Allah.