Sejarah

Sejarah Mountainview


Akhir 1970-an

Sejumlah ekspatriat melayani di Jawa Tengah bersama Gereja Kristen dan Bethany Fellowship. Beberapa dari mereka memutuskan untuk memulai sekolah yang diajar oleh para ibu di Boyolali agar kebutuhan pendidikan anak-anak usia sekolah mereka dapat terpenuhi dengan lebih baik. Salah satu keluarga mulai menjajaki kemungkinan membuka sekolah internasional secara resmi agar dapat mendatangkan guru terlatih yang bekerja penuh waktu.


Akhir 1981

Tiga guru diundang datang ke Indonesia untuk mengajar di sekolah tersebut. Dokumen perizinan pembukaan sekolah sedang diproses melalui Departemen Pendidikan dan Departemen Tenaga Kerja. Seorang guru tiba pada bulan Oktober, dan dua lainnya (kepala sekolah pertama kami beserta istrinya) tiba pada bulan Desember. Pada akhir tahun itu, sebuah rumah disewa di Jalan Osamaliki, jalan satu arah yang tenang. Semua ruangan di rumah tersebut, termasuk garasi, dipakai sebagai ruang kelas, kecuali satu ruangan untuk kantor. Seorang penjaga malam dipekerjakan untuk menjaga sekolah pada malam hari sekaligus merawat halaman. Ada LIMA BELAS siswa, termasuk tiga anak dari keluarga salah satu guru tersebut. Sebagian siswa tinggal cukup jauh sehingga mereka perlu menginap. Keluarga-keluarga ekspatriat setempat membuka rumah mereka sebagai tempat menginap bagi para siswa itu pada hari sekolah.


“Sekolah ini didirikan dan dikelola di bawah naungan

YAYASAN SEKOLAH INTERNASIONAL KOINONIA.”


Awal 1982

Inilah awal mulanya. Upacara resmi pembukaan Central Java Inter-Mission School diadakan pada bulan Maret 1982, dihadiri pejabat pemerintah dari Departemen Pendidikan di Jakarta dan Salatiga. Tak lama kemudian jumlah siswa bertambah, dan rumah sewaan pertama tidak lagi cukup besar. Artinya, perlu dicari gedung yang lebih besar di kawasan yang lebih tenang. Jalan Osamaliki telah menjadi jalur utama dua arah bagi lalu lintas yang melintasi Salatiga. Sebuah rumah kedua yang belum selesai dibangun ditemukan di lingkungan Klaseman yang lebih tenang. Ketika sekolah pindah, rumah “Osamaliki” yang pertama direnovasi menjadi asrama resmi pertama. Orang tua asrama berdatangan, guru-guru baru berdatangan, dan semakin banyak siswa datang dari berbagai bangsa, memperluas wawasan dunia kita semua.


1986

Gedung sekolah kedua tidak lagi memadai bagi jumlah siswa yang terus bertambah. Gedung SMA dibangun di atas sebidang tanah sewaan tidak jauh dari gedung sekolah kedua. Sekolah Dasar tetap berada di gedung sekolah kedua untuk sementara waktu. Menjelang tahun ketujuh sekolah, Dewan Sekolah memutuskan untuk merencanakan masa depan dengan berani, yaitu membangun gedung sendiri alih-alih menggunakan fasilitas sewaan. Langkah ini memungkinkan sekolah berkembang dan membangun sesuai kebutuhannya yang terus bertambah.


1988

Yayasan penyelenggara membeli sebidang tanah yang luas, dan gedung Sekolah Dasar baru dibangun untuk menampung jumlah siswa dan staf yang terus bertambah. Gedung Sekolah Dasar yang lama dijadikan asrama kedua.


1990 hingga sekarang

Pembangunan di kampus terus berlangsung, dan kampus kini meluas hingga 13,5 ekar (sekitar 5,5 hektare). Lahan dibersihkan, lalu dibangunlah gedung Sekolah Menengah, dua asrama, lapangan sepak bola, auditorium, gedung bengkel kerja, paviliun makan siang, gedung-gedung Sekolah Dasar baru, serta kompleks olahraga lengkap dengan dua gimnasium berukuran penuh, ruang angkat beban, ruang ganti, dan kolam renang. Dalam beberapa tahun terakhir, kami juga memperluas kampus dengan sebidang properti yang bersebelahan dengan pintu masuk depan kami.



Pada Juli 2001 nama sekolah diubah menjadi Mountainview International Christian School.


Pada November 2014, nama sekolah kembali diubah menjadi Mountainview Christian School, sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan yang melarang penggunaan kata “internasional” dalam nama sekolah.

Selama bertahun-tahun, jumlah siswa bertambah hingga mencapai 230 orang, guru sekitar 30 orang, dan karyawan Indonesia sekitar 80 orang. Dewan Sekolah berkembang dari perwakilan dua lembaga pengutus menjadi enam. Allah sungguh telah memberkati sepanjang tahun-tahun pertumbuhan ini. Staf pengajar Kristen membantu siswa bertumbuh secara rohani, akademik, sosial, dan fisik. Ratusan keluarga telah merasakan manfaat kehadiran sekolah ini. Sungguh menggembirakan melihat perubahan dan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Allah memakai sekolah ini untuk memberkati para siswa seraya mereka dipersiapkan menghadapi perubahan di depan mereka dan memberi dampak bagi dunia mereka demi Kristus.